Saya adalah orang yang sangat menghargai sebuah proses. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya selalu menyimpan semua proses yang saya alami dalam berbagai manifestasi bentuk.
Mengapa saya merasa perlu menuliskan dan menyimpan semua “barang bukti” itu? Mengapa tidak cukup bagi saya hanya dengan mengingat dan menyimpannya dalam hati?
Karena saya merasa, hati dan pikiran saya mempunyai keterbatasan untuk menyimpan semuanya, sementara saya ingin agar semua hal penting dalam hidup saya bisa “terekam tak pernah mati”.
Diary saya menyimpan semua rasa yang pernah singgah di hati saya. Saya pernah mengatakan bahwa menulis adalah media curhat yang tidak pernah menuntut, dan diary saya adalah teman “bisu” terbaik yang saya punya untuk mendengarkan semua keluh kesah dan perasaan saya.
Memory box saya, dari luar hanyalah sebuah kotak sepatu biasa, tetapi ketika dibuka saya merasa membuka sebuah kotak pandora.
Di dalamnya tersimpan kartu peserta SPMB, id card, foto mantan, sampai surat cinta !hihihi.
Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa semua itu adalah hal sepele, tapi menurut saya, semua itu adalah milestone yang telah membentuk saya menjadi seperti sekarang.
Ada kalanya saya dengan sengaja menceburkan diri saya ke masa lalu.
Saya membaca ulang semua postingan blog saya, diary saya, dan membuka memory box saya. Dan dengan sengaja saya mengulang semua cerita yang tersimpan di dalamnya.
Bukan untuk berkubang di masa lalu, tapi untuk mengingatkan saya akan semua hal yang pernah saya alami, mengingatkan saya bahwa saya pernah bisa kuat melalui semuanya, sehingga saya tidak perlu merasa takut untuk menghadapi semua hal yang mungkin akan terjadi di hidup saya.
Bagi sebagian orang mungkin diary hanyalah sebuah diary, begitu pun dengan blog dan memory box.
Tapi bagi saya, semua itu berfungsi sebagai pengingat akan setiap hal yang pernah terjadi dalam hidup, penguat ketika saya sedang merasa rapuh, juga dokumentasi sejarah hidup saya.
Saya sangat menghargai setiap orang yang masih mengingat masa lalunya, karena dengan cara ini kita juga bisa terhindar dari sifat sombong.
Tapi, kita juga harus bisa membuat batas dengan masa lalu kita.
Past is just past.
Kita juga tidak bisa terlalu dekat dengan masa lalu kita, karena kita harus bisa menata hidup kita sekarang dan masa datang.
Kita harus bisa menghargai apa yang sedang kita jalani sekarang tanpa terus menerus melibatkan masa lalu kita didalamnya.
Semoga kita semua bisa belajar dari semua yang terjadi.
Comments
nothing you can do to change the past, but eveything you do can change the future… so, be wise…